topbella

Senin, 16 Desember 2013

Resensi Novel "Ping A Message From Borneo"



Judul Buku                : Ping A Message From Borneo
Penulis                       : Riawani Elyta & Shabrina W.S.
Penerbit                     : Bentang Belia
Terbit                         : Cetakan I, Maret 2012
Tebal Buku                : x + 142 halaman
ISBN                          : 978-602-9397-17-8

Novel duet karya Riawani Elyta & Shabrina W.S yang memenangkan juara 1 “Lomba Novel 30 Hari 30 Buku Bentang Belia” ini benar-benar sarat akan pesan lingkungan. Menggabungkan dua penulis yang mempunyai karakter tulisan yang berbeda tentu bukanlah hal yang mudah. Seperti yang mereka tulis di Kata Pengantar dan Ucapan Terima Kasih, bahwa keduanya tidak pernah saling bertemu. Hanya berkomunikasi lewat sosial media, mereka ingin menghasilkan karya yang mampu membuka mata para pembaca akan kepedulian lingkungan sekitar. Mengingat isu penyelamatan satwa langkah adalah masalah krusial yang berkaitan erat dengan pemanasan global, dan salah satunya dipicu oleh kelangkaaan hutan beserta habitatnya.

Di dalam novel ini, mereka berbagi tugas sesuai dengan “pakem” masing-masing. Riawani Elyta di bagian fiksinya, dan Shabrina W.S dibagian fabel yang ternyata mampu menyuguhkan cerita yang sangat layak untuk

Minggu, 21 April 2013

Bobroknya Pendidikan Kita


Lagi-lagi kali ini saya menuliskan opini saya tentang dunia pendidikan. Entah kenapa ahir-ahir ini saya lebih sering mengamati dan kadang menjadi psikolog dadakan dalam dunia pendidikan (hee hee hee). Mungkin karena kuliah yang saya ambil memang jurusan pendidikan. Jadi, saya lebih sensitif ketika saya tahu sendiri tentang masalah pendidikan atau ada seorang dosen yang memberikan informasi tetang pedidikan terbaru.di negara kita.
 
Baiklah, saya tidak perlu berpanjang lebar lagi di sini. Saya ingin mengajukan satu pertanyaan yang sama seperti tulisan catatanku yang kemarin, “Pendidikan seperti apakah yang dipentingkan?”

Kamis, 18 April 2013

Dimanakah Kenyamanan Si Kecil?



Setiap kali saya menyalakan televisi dan memilih program berita sebagai tontonan yang saya lihat. Ada satu berita yang tidak pernah absen untuk diberitakan. Berita dengan tema yang sama tapi dengan modus yang bermacam-macam. Berita ‘Pencabulan dibawah umur’. Hampir setiap hari kejadian itu menghiasi layar televisi dan pelakunyapun bervariasi. Mulai dari ayah sendiri, paman, kakek, tetangga, bahkan guru sendiri.

Banyak para petinggi negara dan para pelaku pendidikan selalu berkoar-koar tentang pentingnya pendidikan untuk masa depan diri sendiri dan masa depan bangsa. Tetapi pendidikan seperti apakah yang dipentingkan?

Masih sangat hangat di ingatan saya tentang kasus pencabulan seorang wakil kepala sekolah di jakarta

About Me

Foto Saya
Ismiy Isnaynie
Saya akan terlihat cuek dan pendiam saat pertama bertemu. Tapi untuk selanjutnya? Tergantung anda ^_^
Lihat profil lengkapku