topbella

Kamis, 18 April 2013

Dimanakah Kenyamanan Si Kecil?



Setiap kali saya menyalakan televisi dan memilih program berita sebagai tontonan yang saya lihat. Ada satu berita yang tidak pernah absen untuk diberitakan. Berita dengan tema yang sama tapi dengan modus yang bermacam-macam. Berita ‘Pencabulan dibawah umur’. Hampir setiap hari kejadian itu menghiasi layar televisi dan pelakunyapun bervariasi. Mulai dari ayah sendiri, paman, kakek, tetangga, bahkan guru sendiri.

Banyak para petinggi negara dan para pelaku pendidikan selalu berkoar-koar tentang pentingnya pendidikan untuk masa depan diri sendiri dan masa depan bangsa. Tetapi pendidikan seperti apakah yang dipentingkan?

Masih sangat hangat di ingatan saya tentang kasus pencabulan seorang wakil kepala sekolah di jakarta
yang mencabuli muridnya sendiri dengan ancaman ‘tidak lulus sekolah’ kalau tidak mau memenuhi hasrat bejatnya, sekarang berganti pada pencabulan yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah di Batam yang mencabuli 14 muridnya dengan modus ‘tes keperawanan’.

Masihkah kita percaya dengan pendidikan yang dikoar-koarkan ‘sangat penting’ tersebut kalau pelaku pembentuk pendidikan sendiri tidak bisa memberikan pendidikan yang seharusnya mendidik?

Lain di dalam dunia pendidikan, lain pula di dalam dunia keluarga. Keluarga adalah tempat yang harusnya bisa membuat nyaman Si Kecil dari segala bentuk pengaruh negatif yang bisa membentuk karakter yang lebih buruk. Tetapi lagi-lagi pertanyaan yang hampir serupa harus terlontar, ‘Apakah kita masih percaya dengan kenyamanan di dalam keluarga?’. Kalau seharusnya ayah sebagai teladan yang bijak telah menodai buah hatinya sendiri. Kakek sebagai sesepuh yang seharusnya terlihat berwibawa telah merusak masa depan cucunya. Sedangkan paman sebagai pelindung yang tak peduli dengan kehormatan keponakan sendiri serta tetangga yang seharusnya menjadi kerabat yang lebih dekat dari saudara sendiri yang ternyata lebih tak menghiraukan dengan arti sebuah kesucian telah merenggut kesehatan lahir batin Si Kecil. Lantas, dimanakah kenyamanan itu berada?

Pernahkah terfikir oleh mereka jika wajah dunia pendidikan terlihat begitu buruknya dengan tingkah para pelaku pendidik yang telah dilakukannya itu membuat para murid dan orang tua tak lagi mempercayai sebuah pendidikan? Pendidikan yang seharusnya membuat karakter bangsa terlihat berwibawa dengan anak-anak bangsa yang berkualitas tetapi ternyata malah membuat para murid dan orang tua ketakutan dan memilih untuk tak menjadi seorang yang berpendidikan jika kehormatan diri dan masa depan yang menjadi taruhannya. Akan menjadi apa negara ini jika penerus bangsa lebih memilih tak menjadi seorang yang berpendidikan?

Dan teladan seperti apakah untuk lingkungan keluarga esok jika para pelaku pemberi kenyamanan telah merenggut kesucian yang tak berdosa itu? bisa terbayangkan jika setiap keluarga memberi contoh bejat pada mereka yang tak berdosa dan akan melahirkan banyak sekali para pendosa-pendosa di negara ini.

Lantas dimanakah kenyamanan Si Kecil?

Gresik, 16 April 2013
23:04

0 komentar :

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Ismiy Isnaynie
Saya akan terlihat cuek dan pendiam saat pertama bertemu. Tapi untuk selanjutnya? Tergantung anda ^_^
Lihat profil lengkapku