Tau kah kalian? Bahwa aku mempunyai seseorang yang….. entahlah harus berkata apa tentangnya. Karena jujur, aku belum pernah menemukan orang yang seperti dia. Dan pastinya aku akan menjadi orang yang terbodoh, jika harus dengan ikhlas melepaskannya.
Entah untuk yang keberapa sekian kalinya aku selalu membuatnya kecewa. Bahkan bukan hanya itu, mungkin aku selalu membuatnya tak bersemangat lagi untuk belajar ketika harus menghadapi tingkahku yang sering kali keterlaluan.
Kau ingin tahu nggak, gimana hebatnya orang yang aku maksud? Dia selalu menuruti apa yang aku mau, apa yang aku perintah. Entah, itu dilakukannya dengan senang hati atau dengan terpaksa. Dan mungkin kalian juga akan berkata bahwa itu adalah hal lumrah yang biasa cowok lakukan ketika masih dalam proses pacaran. Lihat aja apa yang terjadi selanjutnya. Jika nanti sudah menikah.
Sempat berfikir demikian. Dan memang tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi. Dan mungkin itu juga yang membuat aku sering berfikir kembali untuk melepaskannya. Tapi ketika fikiran ingin meninggalkannya itu berkeliaran didalam fikiranku, selalu saja ada yang menahannya.
Dan kalian tahu, bahwa ia akan sampai pada mimpinya. Mimpi yang tak lain didorong dari keinginan untuk segera bersamaku. Mungkin itu terdengar naïf. Dan sedikit banyaknya pun aku antara percaya dan tidak percaya. Tapi setelah melihat pengorbanannya, seketika fikiran sisi buruk itu terkelupas.
Aku juga tak tahu, harus membuktikan seperti apa keseriusannya mencintai dan menyayangiku sepenuh hati dan jiwanya. Karena kau juga sadar, bahwa banyak sekali pujangga yang sangat manis dalam memainkan kata indah demi memikat hati yang dicintanya. Dan mungkin itu juga yang kini ia lakukan. Tapi, lagi-lagi aku sama sekali tak terpengaruh olehnya. Aku sungguh sangat percaya kepadanya.
Tahukah kalian, bahwa sungguh tak gampang memegang komitment seperti ini. Mungkin kata “LDR” tak asing lagi buat kalian yang mungkin kini lagi jalanin apa yang kini sedang aku jalanin juga. Ya.. maksudnya “Long distance relationship” atau yang lebih akrabnya didengar “Pacaran jarak jauh”.
Selain “jarak” pastinya! Ada orang-orang disekitarku yang kini sedang menguji kesetiaanku kapadanya. Jujur. Selalu saja ada fikiran untuk meninggalkannya demi orang yang kini sekarang lebih dekat dan lebih bisa terjangkau oleh mata. Tapi, aku berusaha sadar dengan niatan buruk itu. Meski aku juga tak sepenuhnya percaya bahwa aku akan berjodoh dengannya, aku tetap selalu berprasangka, berdo’a dan berharap bahwa pengorbananku akan segera dibayar dengan yang terbaik. Yang pasti ingin bersamanya selamanya. Amin…
Tulisan ini aku buat untuk yang kesekian kalinya aku merajuknya. Dan selalu saja ia menyalahkan dirinya yang telah membuatku marah, kesal dan geram. Mungkin itu juga yang tak pernah bisa membuatku betah berlama-lama mendiamkannya. Karena jujur, aku sangat-sangat menyayanginya. Dan tak pernah mau jauh darinya.
Oiya, yang terahir. Aku kadang berfikir bahwa selama ini tanpa aku sadari telah merubah dirinya menjadi orang lain. Karena seperti apa yang aku katakan tadi bahwa dia selalu menuruti apa yang aku mau dan selalu mengalah kepadaku. Dia tak pernah bisa membuatku kecewa. Meskipun kenyataannya, dia merasa selalu membuatku kecewa. Sehingga, entahlah. Untuk yang keberapa ribuan kalinya ia meminta maaf atas segala yang telah ia lakukan padaku. Dan tingkahnya itulah yang membuatku luluh tak tahan mendiamkannya.
Aku yang sebenarnya agak trauma dengan yang namanya “Cowok” atau “Pacaran”, bisa menilai berbeda ketika aku mengenalinya dan kini sedang dekat dengannya. Karena dengan tanpa sengaja, dia telah menghapus luka itu. Tanpa aku sadari, dia memang cowok yang berbeda. Dan dia lah cowok yang selama ini aku inginkan dan aku impikan.
Mungkin kalau berbiacara sisi buruk. Setiap orang mempunyainya. Tak terkecuali dengannya. Ada sisi buruk yang mugkin itu tak seharusnya ia lakukan. Kalian mau tahu apa sisi buruk dia? Dia tak pernah mau bercerita dan memperlihatkan ketika dia sedang marah, kesel ataupun kecewa kepadaku. Dia selalu ingin membahagiakanku.
Mungkin bagi kalian yang mengidamkan cowok seperti ini, ini adalah sisi baik darinya. Tapi berbeda denganku. Aku merasa ini adalah sisi buruknya. Karena sungguh nggak adil jika ketika aku sedang kesal ataupun marah kepadanya, aku selalu menampakkan dan memberi tahunya. Sehingga dia selalu menyalahkan dirinya sendiri yang telah membuatku kesal dan marah.
Giliran dia sedang kesal denganku, dia tak pernah mau menceritakannya. Bahkan nyaris aku tak akan pernah tahu kalau dia juga pernah marah dan kesal denganku, jika aku tak bertanya kepadanya. Apa dia pernah kesal denganku? Dan aku juga berfikir bahwa dialah satu-satunya cowok di dunia ini yang aku kenal tak pernah marah.
Sesempurna apapun manusia, pasti dia mempunyai kekurangan. Dan akupun menyadarinya. Bukannya kita semua diciptakan berpasangan? Ada laki-laki dan ada perempuan. Ada kurang dan ada lebih. Oleh karena ini, adanya pasangan yang mempunyai kekurangan itu bisa tertutupi oleh pasangan yang mempunyai kelebihan.
I love u so much :*
Gresik, 21 February 2012
23 : 13 PM
23 : 13 PM
0 komentar :
Posting Komentar