Dalam angan ku tunggu kedatanganmu
dalam mimpi ku nanti kecupanmu
dalam imajinasi ku berharap kenyataanmu
dan dalam kesunyianku, kuharap hangatnya dekapanmu
dalam mimpi ku nanti kecupanmu
dalam imajinasi ku berharap kenyataanmu
dan dalam kesunyianku, kuharap hangatnya dekapanmu
Ku melihatmu
ku tersenyum padamu
ku ingin mengatakan sesuatu padamu
tapi mengapa itu tak pernah bisa kulakukan?
ku tersenyum padamu
ku ingin mengatakan sesuatu padamu
tapi mengapa itu tak pernah bisa kulakukan?
Akankah diri ini akan tersiksa dalam belunggu perasaan
yang sepertinya tak bisa tersampaikan?
akankah diri ini hidup dalam kekangan cinta
yang kian hari semakin sakit menggelayuti?
yang sepertinya tak bisa tersampaikan?
akankah diri ini hidup dalam kekangan cinta
yang kian hari semakin sakit menggelayuti?
Hidup seperti berjalan diatas duri
saat ku mengetahui bahwa cinta yang sebenarnya
bukanlah kebahagian bersamamu yang aku rasakan
tetapi saat aku harus mengikhlaskan dirimu untuk
hidup bahagia bersama orang yang tlah kau pilih
untuk kau cintai, untuk kau sayangi dan untuk kau kasihi
saat ku mengetahui bahwa cinta yang sebenarnya
bukanlah kebahagian bersamamu yang aku rasakan
tetapi saat aku harus mengikhlaskan dirimu untuk
hidup bahagia bersama orang yang tlah kau pilih
untuk kau cintai, untuk kau sayangi dan untuk kau kasihi
Hidup seperti inikah yang akan ku jalani?
hidup seperti inikah yang harus aku terima?
kalaupun aku boleh berprotes pada Tuhan
aku akan teriak padaNya dan ingin mengatakan
bahwa hidup ini tak adil bagiku
hidup seperti inikah yang harus aku terima?
kalaupun aku boleh berprotes pada Tuhan
aku akan teriak padaNya dan ingin mengatakan
bahwa hidup ini tak adil bagiku
Aku berdiri tegak menerawang bentangan langit nan luas
sejauh pandangan itu menerawang nan jauh disana
terselip secuil impian untuk yang terakhir
bahwa suatu saat nanti penyiksaan hati
akan berakhir dengan senyuman indah yang tlah lama ku nanti
-----ooooo-----
awas buat yang baca puisi ini jadi korban kebohongan perasaan!
jangan terlalu membawa perasaan anda saat anda membaca puisi ini.
karna saya sendiri tak tahu dan tak menyadari saat menulis puisi ini,
jadi bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan yang tak berperasaan
hoo hoo hoo :p
sejauh pandangan itu menerawang nan jauh disana
terselip secuil impian untuk yang terakhir
bahwa suatu saat nanti penyiksaan hati
akan berakhir dengan senyuman indah yang tlah lama ku nanti
-----ooooo-----
awas buat yang baca puisi ini jadi korban kebohongan perasaan!
jangan terlalu membawa perasaan anda saat anda membaca puisi ini.
karna saya sendiri tak tahu dan tak menyadari saat menulis puisi ini,
jadi bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan yang tak berperasaan
hoo hoo hoo :p
Pare, 24 July 2011
22:50 PM
22:50 PM

0 komentar :
Posting Komentar